{"id":90,"date":"2010-05-27T01:09:21","date_gmt":"2010-05-27T01:09:21","guid":{"rendered":"http:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/?page_id=90"},"modified":"2025-12-17T03:56:37","modified_gmt":"2025-12-17T03:56:37","slug":"scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/","title":{"rendered":"scc-Apakah Ilmu Pengetahuan dan KeKristenan kompatibel?"},"content":{"rendered":"\n<h1 class=\"wp-block-heading has-large-font-size\" id=\"apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\">Apakah Ilmu Pengetahuan dan KeKristenan kompatibel?<\/h1>\n\n\n\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Richard Dawkins, ateis dari Universitas Oxford, dan peneliti terkemuka genetika Francis Collins berdebat dengan topik Allah lawan Ilmu Pengetahuan, yang ditulis di majalah Time.<a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">[1]<\/a> Isu utamanya adalah apakah kepercayaan kepada ilmu pengetahuan dan Allah kompatibel.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Dawkins, penulis buku The God Delusion, berpendapat keyakinan pada Allah menjadi tidak relevan karena penemuan-penemuan ilmu pengetahuan. Collins, seorang Kristen yang memimpin 2.400 pakar dalam memetakan cetak biru genetika manusia, melihatnya berbeda. Dia menyatakan kepercayaan terhadap Allah sekaligus ilmu pengetahuan sangat masuk akal.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Meskipun Alkitab dengan jelas menyatakan Allah menciptakan alam semesta, namun tidak dijelaskan bagaimana Dia melakukannya. Namun pesannya adalah Allah itu rasional dan hal ini sangat mempengaruhi ilmuwan seperti Copernicus, Galileo, Newton, Pascal, dan Faraday. Keyakinan mereka bahwa dunia diciptakan oleh Allah yang masuk akal. Keyakinan ini memberi mereka kepercayaan diri dalam pengamatan ilmiah dan bereksperimen.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Sebagai orang Kristen, para ilmuwan itu percaya akan Pencipta yang maha kuasa dan maha tahu, yang kendati tidak dibatasi oleh hukum alam memilih menggunakannya di dalam alam semesta ini. Orang-orang cerdas ini terpesona oleh dunia disekitar kita, dan berusaha menemukan misteri-misteri dibekalang apa yang mereka yakini sebagai ciptaan Allah.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/2\">Klik di sini untuk membaca halaman 2 dari&nbsp;7<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading p1\" id=\"yesus-dan-ciptaan\"><span class=\"s1\"><b>Yesus dan Ciptaan<\/b><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Para saksi mata Yesus menyatakan kepada kita bahwa Dia terus-menerus memperlihatkan kuasa kreatif terhadap hukum-hukum alam. Perjanjian Baru mengatakan kepada kita bahwa sebelum Yesus menjadi manusia, Dia berada bersama-sama Bapa di sorga. Nyatanya, penulis Ibrani dan juga Rasul Yohanes dan Paulus menulis Yesus sebagai Pencipta. Paulus menyatakan kepada orang Kolose,<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">&#8220;Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena didalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di Bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. (&nbsp;Kolose 1:15-17) Filipus<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Ketika Paulus mengatakan bahwa &#8220;segala sesuatu diciptakan oleh Dia (Yesus)&#8221;, dia melontarkan pernyataan ini, pada masa itu, jelas tanpa dukungan penjelasan ilmiah. Nyatanya, para ilmuwan berpendapat zat (benda) selalu ada dalam satu bentuk atau bentuk lainnya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Materialist berargumentasi jika zat selalu ada (eksis), maka tidak pernah terjadi penciptaan. Argumen ini menyebabkan Carl Sagan, seorant ateis (astronom ternama) di depan televisi nasional menyatakan &#8220;kosmos selalu ada atau pernah ada atau akan ada.&#8221;<a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">[2]<\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Pandangan materialistik Sagan dan pandangan Kristen tidak mungkin keduanya benar. Pertanyaannya adalah, &#8220;apakan ilmu pengetahuan menguak asal usul kita?&#8221; Jadi, siapa yang kita percayai? Pertanyaan inilah yang dihadapi oleh Jeff Smith (17).<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\"><i>Jeff bingung. Pada sebuah acara retret, dia mendengar Yesus Kristus menawarkan pengampunan dosa dan kehidupan kekal. Lebih dari itu, dia menemukan Yesus merancangkan kehidupan bagi kita yang penuh arti, tujuan, dan harapan. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Jeff merasa dia mengerti kenapa dia ada di bumi ini. Dia ingin dosanya diampuni, dan dia ingin hidupnya punya arti dan tujuan.<\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\"><i>Namun Jeff berkutat secara intelektual. Dia ingin percaya Yesus itu nyata, tapi dia juga mencintai ilmu pengetahuan. Dia merenung, &#8220;Apa mungkin percaya pada penciptaan dan sekaligus pada ilmu pengetahuan (sains)?&#8221;<\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Bagi Jeff dan orang lain yang ingin percaya baik kepada Allah dan sains, ada berita baik. Dalam beberapa puluh tahun terakhir, makin banyak ilmuwan terkemuka secara terbuka membahas bukti-bukti baru, yang mengejutkan, yang mendukung pandangan Alkitab tentang penciptaan. Dan banyak dari para ilmuwan ini tidak beriman kepada Allah. (atau ateis)<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Jadi, apa bukti-bukti yang membuat banyak ilmuwan mendadak berbicara tentang Pencipta. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita perlu melihat penemuan-penemuan terakhir dalam astronomi dan biologi molekular, dan biarkan bukti-bukti itu berbicara sendiri. [For a more in-depth study, read the articles at <a href=\"http:\/\/www.y-origins.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"s2\">www.y-Origins.com<\/span><\/a>.]<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/3\">Klik di sini untuk membaca halaman 3 dari&nbsp;7<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading p1\" id=\"pada-mulanya\"><span class=\"s1\"><b>Pada Mulanya<\/b><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Sepanjang sejarah, manusia memandang kagum bintang-bintang, merenungkan keberadaan dan bagaimana mereka ada di sana. kita hanya bisa melihat sekitar 6.000 bintang pada saat langit malam cerah. Namun, sebenarnya ada triliunan bintang tersebar diantara miliaran galaksi.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Menjelang abad 20, kebanyakan ilmuwan masih percaya galaksi Bima Sakti (tempat Tata Surya dan Bumi kita berada) merupakan keseluruhan alam semesta dan hanya ada sekitar 100 juta bintang. Pandangan kuat lain adalah alam semesta material kita selalu ada (volume materi selalu sama hanya berubah-ubah bentuknya).<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Namun diawal abad 20, astronom Edwin Hubble menemukan alam semesta sebenarnya mempunyai permulaan (titik awal). Sebuah permulaan juga berarti &#8220;Ada yang memulainya&#8221;, yang dingkapkan dengan kuat oleh Alkitab. Para materialis, yang gelisah, seperti Sir Fred Hoyle mengejek titik permulaan dengan kasar menyebutkan ledakan besar titik awal itu sebagai sebuah &#8220;big bang&#8221;.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Kendati begitu, bukti-bukti adanya permulaan terus bertambah besar. Akhirnya, 1992, satelit eksperimen COBE membuktikan alam semesta memang mempunyai satu titik permulaan.<a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\" target=\"_blank\">[3]<\/a> Para peragu dibungkamkan oleh bukti yang berlimpah-limpah. Karena tidak mendapat nama yang lebih baik, titik awal (permulaan) ini dikenal dengan label Hoyle yaitu &#8220;big bang&#8221;. (lihat \u201c<a href=\"http:\/\/www.y-origins.com\/index.php?p=beginning1\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"s2\">Kembali ke Permulaan<\/span><\/a>\u201d)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Banyak ilmuwan menyadari penemuan ini cocok dengan catatan Kitab Kejadian mengenai awal awal (alam semesta). Kemudian, mereka menyadari sebelum penciptaan materi dan energi belum ada. Karena itu, Ilmu pengetahuan, setelah berabad-abad memegang kepercayaan yang salah, setuju dengan Alkitab bahwa segala sesuatu berasal dari ke-tiada-an.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Beberapa ilmuwan menghadapi masalah besar dengan konfirmasi terhadap Alkitab ini dan mencari penjelasan lain. Namun, yang lain seperti George Smoot, seorang agnostik, peraih penghargaan Nobel dan ilmuwan yang mengepalai eksperimen COBE, mengakui,<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">&#8220;Tidak diragukan bahwa ada hal yang paralel antara &#8216;big bang&#8217; sebagai sebuah peristiwa dan gagasan Kristen tentang penciptaan dari ke-tiada-an.&#8221;<a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">[4]<\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Eksperiman COBE dan teori Einstein keduanya mengkonfirmasi adanya satu titik awal (permulaan) alam semesta, sebuah posisi yang telah dipegang oleh Alkitab selama 3500 tahun.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/4\">Klik di sini untuk membaca halaman 4 dari&nbsp;7<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading p1\" id=\"diatur-sempurna-bagi-kehidupan\"><span class=\"s1\"><b>Diatur Sempurna bagi Kehidupan<\/b><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Cukup sulit bagi seorang materialist untuk menerima bukti-bukti akan adanya titik awal (permulaan) penciptaan. Namun penemuan-penemuan yang lebih menakjubkan tentang alam semesta terus terjadi.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Para ilmuwan menghitung bahwa dibutuhkan pengaturan akan hukum alam degan sangat tepat agar sebuah kehidupan bisa muncul atau ada. Dengan kata lain, gravitasi dan kekuatan alam lain harus diatur dengan ukuran parameter sangat sempit atau alam semesta kita tidak ada. Jika kekuatan penciptaan terlalu lemah, gravitasi akan menarik semua materi kembali masuk &#8220;kehancuran besar&#8221;. Jika terlalu kuat, bintang-bintang dan galaksi tidak akan terbentuk.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Sama seperti itu, sistim Tata Surya kita juga perlu benar-benar diatur agar kehidupan bisa eksis. Contohnya, kita semua tahu tanpa atmosfir oksigen, kita semua tidak bisa bernapas. Dan tanpa oksigen, air tidak akan ada. Tanpa air tidak akan ada hujan bagi tanaman pangan kita. Elemen-elemen lain seperti hidrogen, nitrogen, sodium, karbon, kalsium, dan fosfor juga esensial bagi kehidupan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Ukuran dan sifat alamiah planet kita, matahari, dan bulan juga perlu diatur dengan tepat. Dan ada <a href=\"http:\/\/www.y-origins.com\/index.php?p=life1\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"s2\">belasan kondisi lain<\/span><\/a> yang harus diatur dengan sangat tepat atau kita tidak ada disini untuk memikirkannya.<a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\" target=\"_blank\">[5]<\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Para ilmuwan, yang percaya pada Allah, mungkin telah memperkirakan pengaturan sangat tepat itu Tapi bagi mereka, yang tidak percaya, tidak mampu menjelaskan &#8216;kebetulan&#8217; yang menakjubkan itu. Fisikawan teoritis Stephen Hawking, seorang agnostik, menulis,<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">&#8220;Fakta menakjubkan adalah nilai angka-angka itu kelihatannya sangat tepat diatur agar memungkinkan pertumbuhan kehidupan.&#8221;<a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">[6]<\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Para ilmuwan mengevaluasi probabilitas (kemungkinan) bahwa pengaturan sangat tepat itu bisa terjadi secara kebetulan. Orang, yang suka bertaruh, tahu bahwa perkiraan secara acak pada akhirnya bisa menang juga. Jadi, berapa kemungkinan peluang munculnya kehidupan secara kebetulan? Menurut sebagain besar ilmuwan, peluang kita ada disini secara kebetulan adalah <i>tidak-mungkin.<\/i><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Kosmologis membandingkan <span class=\"s2\">peluang<\/span> munculnya kehidupan secara kebetulan adalah sama dengan menembak panah dari Bumi ke sebuah sasaran kecil di Planet Pluto dan mengenainya dengan tepat ditengah lingkaran. Bayangkan rekayasa teknik yang dibutuhkan agar peristiwa itu bisa terjadi. Peluang semacam itu bisa dibandingkan dengan memenangkan lebih dari seratus lotere dengan hanya membeli satu kupon setiap putaran lotere. Tidak mungkin &#8212;- kecuali hasilnya telah diatur oleh seseorang dibelakang layar. Dan itulah kesimpuan dari banyak ilmuwan &#8212;- Seseorang dibelakang layar merancang dan menciptakan alam semesta.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Titik permulaan ini jauh diluar jangkauan sebuah kebetulan di satu waktu saja. Pemahaman baru akan alam semesta ini membuat para ilmuwan, seperti George Greenstein bertanya,<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">&#8220;Apa mungkin mendadak, tanpa tujuan apapun, kita terbentur pada bukti ilmiah eksistensi Mahluk Tertinggi.<a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">[7]<\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Sejumlah pendukung materialist mencoba menjelaskan pengaturan terjadinya alam semesta sebagai kemujuran saja. Namun, yang lain lebih terbuka kepada kenyataan. Sir Fred Hoyle, seorang agnostik, sangat kaget oleh bukti-bukti keberadaan Pencipta, menyatakan,<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">\u201cInterpretasi masuk akal dari fakta-fakta yang ada menyarankan bahwa satu super-intelek telah merekayasa fisika, juga kimia dan biologi, dan itu semua bukanlah kekuatan buta yang sifatnya alamiah.&#8221;<a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">[8]<\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Einstein juga sampai pada kesimpulan yang sama. Kendati dia bukan orang religius, dan tidak percaya secara pribadi akan Allah, Einstein menunjuk &#8216;seorang&#8217; jenius dibalik alam semesta, dan menyebutnya, &#8220;sebuah intelektual yang sangat superior jika dibandingkan dengan seluruh pemikiran sistimatis dan tindakan manusia, merupakan refleksi yang tidak sebanding.&#8221;<a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">[9]<\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Ilmuwan terus mencari sebuah penjelasan siapa dibelakang penciptaan alam semesta. Namun makin dalam digali, mereka makin sadar bahwa asal alam semesta kita makin tidak bisa dijelaskan dan diatur sangat rapi.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/5\">Klik di sini untuk membaca halaman 5 dari&nbsp;7<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading p1\" id=\"dna-bahasa-kehidupan\"><span class=\"s1\"><b>DNA: Bahasa Kehidupan<\/b><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Meskipun Alkitab dengan jelas menyatakan Allah menciptakan alam semesta, namun tidak dijelaskan &lt;e0&gt;bagaimana Dia melakukannya. Meskipun begitu, sekarang ini, beberapa misteri penciptaan mulai terungkap.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Contohnya, para ilmuwan, sejak setengah abad lalu, menemukan bahwa sebuah molekul kecil disebut <a href=\"http:\/\/www.y-origins.com\/index.php?p=DNA1\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"s2\">DNA<\/span><\/a> adalah &#8220;otak&#8221; dibelakang tiap sel di tubuh kita dan setiap mahluk hidup lainnya. Makin banyak yang mereka temukan tentang DNA, mereka semakin kagum akan kecerdasan dibelakangnya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Kendati kelompok pendukung teori evolusi percaya bahwa DNA juga berevolusi melalui seleksi alam. Tapi mereka tidak tahu bagaimana sebuah molekul yang begitu kompleks bisa mulai muncul hanya karena kebetulan saja. Kompleksitas rumit DNA menyebabkan ko-penemunya, Francis Crick percaya bahwa molekul itu tidak mungkin berasal dari Bumi secara alamiah. Crick, seorang pendukung teori evolusi dan percaya kehidupan itu terlalu kompleks dan pasti datang dari luar angkasa, menulis,<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">&#8220;Seorang yang jujur, dipersenjatai dengan semua pengetahuan yang ada sekarang ini, hanya bisa menyatakan dengan beberapa pengertian bahwa asal kehidupan tampaknya saat ini hampir seperti keajaiban, begitu banyak kondisi-kondisi yang harus dipenuhi agar (kehidupan) dimulai.&#8221;<a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\">[10<\/a><a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">]<\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Kode DNA mengungkapkan sebuah kecerdasan yang begitu tinggi, sehingga memicu imajinasi-imajinasi. Hanya sebesar kepala peniti sudah berisi informasi yang sama banyaknya dengan tumpukan buku yang bisa mengelilingi Bumi 5.000 kali. Dan DNA beroperasi seperti sebuah bahasa dengan kode perangkat lunaknya sendiri yang sangat kompleks (rumit). Pendiri Microsoft Bill Gates mengatakan perangkat lunak DNA, &#8220;Jauh, sangat jauh lebih kompleks dibandingkan dengan perangkat lunak manapun yang pernah dikembangkan.&#8221;<a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\">[<\/a><a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">11<\/a><a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\">]<\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Para materialis percaya semua kompleksitas itu berasal melalui seleksi alam. Namun, seperti ditegaskan Crick, seleksi alam tidak pernah memproduksi molekul pertama (awal). Karena tidak ada proses ilmiah, termasuk seleksi alam, bisa menjelaskan asal-muasal <a href=\"http:\/\/www.y-origins.com\/index.php?p=dna1\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"s2\">DNA\u2019s<\/span><\/a>, banyak ilmuwan percaya molekul itu pastilah dirancang dan dibuat.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Bagi orang Kristen, dan bisa dipahami, melihat DNA sebagai bukti adanya Pencipta. Tapi bagi para ateis terkemuka untuk mengubah posisinya setelah selama 50 tahun mengajarkan dan memperdebatkan keberadaan Allah akan punya implikasi seperti gempa besar, terutama bagi para materialis.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Kendati begitu, itulah persisnya yang telah terjadi dengan Profesor Filsafat, Antony Flew. Setelah mengumumkan sebagai ateis di ruang kelas universitas, buku-buku, dan bahan ajar selama lima puluh tahun, ateisme Flew mendadak berakhir ketika dia menyadari adanya kecerdasan dibalik DNA. Flew menjelaskan kenapa dia tidak lagi ateis,<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">&#8220;Ketika saya berpikir mengenai material DNA yang memperlihatkan bahwa sebuah kecerdasan pasti terlibat dalam mengabungkan elemen-elemen yang berbeda demikian besar menjadi satu.&#8221; Kompleksitas luar biasa yang pencapaian hasilnya terlihat oleh saya seperti pekerjaan sebuah kecerdasan &#8230;. Sekarang tampak oleh saya penemuan riset lebih dari lima puluih tahun mengenai DNA telah memberikan material baru dan sangat kuat atas argumen sebuah desain.<a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">[12]<\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Meskipun Flew bukan orang Kristen, dia sekarang mengakui bahwa &#8220;perangkat lunak&#8221; dibelakang DNA terlalu kompleks untuk muncul tanpa ada &#8220;seorang perancang&#8221;. Dan Flew pastilah tidak sendirian. Penemuan kecerdasan luar biasa dibelakang DNA telah meyakinkan banyak mantan agnostik (orang yang tidak memperdulikan akan adanya Allah Pencipta) dan ateis (orang yang menyatakan tidak percaya kepada Allah) bahwa kehidupan di alam semesta kita bukanlah kebetulan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/6\">Klik di sini untuk membaca halaman 6 dari&nbsp;7<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading p1\" id=\"sidik-jari-sang-perancang\"><span class=\"s1\"><b>Sidik Jari Sang Perancang<\/b><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Secara ringkas, tiga penemuan ilmiah terakhir telah menyakinkan banyak ilmuwan akan adanya Perancang cerdas yang merencanakan dan menciptakan alam semesta kita.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">1. Permulaan alam semesta dan hukum-hukumnya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">2. Pengaturan yang tepat hukum-hukum alam sehingga memungkinkan adanya kehidupan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">3. Kompleksitas rumit DNA.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Jadi apa kata ilmuwan terkemukan mengenai penemuan-penemuan luar biasa ini? Stephen Hawking, fisikawan teoritis terkemuka dunia, bertanya,<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p5\"><span class=\"s1\">Apa yang bernapaskan api dan memasukkannya kedalam persamaan dan membuatkan alam semesta untuk mereka gambarkan? Pendekatan biasa ilmiah mengkonstuksikan model matematika tidak bisa menjawab pertanyaan, kenapa harus ada alam semesta dulu untuk mengambarkan modelnya.<a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">[13]<\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Setelah melakukan refleksi mendalam, Hawking mengatakan, &#8220;Harus ada masukan religius. Tapi saya pikir kebanyakan ilmuwan lebih suka menghindari sisi religius dari hal itu.\u201d<a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\">[<\/a><a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\" target=\"_blank\">14<\/a><a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\">]<\/a> Dan kendati banyak ilmuwan benar-benar menghindari implikasi religi penemuan-penemuan baru itu, beberapa ilmuwan, yang jumlahnya terus meningkat, sekarang mengakui ada sidik jari Sang Perancang yang mulai terlihat.&nbsp; (Lihat apa yang dikatakan ilmuwan terkemuka: <a href=\"http:\/\/www.y-origins.com\/index.php?p=quotes\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"s2\">http:\/\/www.y-origins.com\/index.php?p=quotes<\/span><\/a>)<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Kenyataannya banyak ilmuwan sekarang secara terbuka berbicara tentang Allah. Meskipun tidak berarti bahwa semua pendukung materialis seperti Flew meninggalkan pandangan-pandangan ateisnya. Sesunguhnya, banyak seperti Rihard Dawkins menjadi lebih agresif menentang keyakinan akan Allah. Namun, ketika orang melihat secara obyektif pada bukti-bukti atas asal-muasal alam semesta dan kerumitan kompleksitas DNA, bahkan banyak ilmuwan non-Kristen mengakui ada bukti &#8220;sidik jari&#8221; Sang Perancang&#8221; yang mulai terlihat.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Dr. Robert Jastrow adalah salah satu ilmuwan seperti itu, Jastrow adalah fisikawan teoritis yang bergabung dengan NASA ketika dibentuk 1958. Jastrow membantu pengembangan tujuan-tujuan ilmiah dalam eksplorasi dan pendaratan Appollo di Bulan. Dia mendirikan dan memimpin Goddard Institute for Space Studies (bagian dari NASA), yang melakukan riset ilmiah tentang astronomi dan planet. Jastrow, seorang agnostik, menulis pemikiran-pemikirannya yang merefleksikan pandangan banyak ilmuwan,<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p5\"><span class=\"s1\">\u201cBagi para ilmuwan yang hidup dengan keyakinan akan kekuatan akal, ceritanya berakhir seperti mimpi buruk. Dia telah mendaki gunung ketidak-pedulian; dia hampir sampai di puncak tertinggi; ketika dia menarik dirinya keatas batu terakhir, dia disambut oleh sebuah band para teolog yang sudah duduk di sana selama berabad-abad.\u201d<a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\">[<\/a><a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">15<\/a><a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/scc-endnotes\/\">]<\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Jastrow, sebagai seorang agnostik, tidak punya agenda KeKristenan dibelakang kesimpulan-kesimpulannya. Dia hanya mencatat bahwa pandangan Alkitab akan permulaan alam semesta akhirnya dikonfirmasikan oleh ilmu pengetahuan. Dan &#8220;permulaan&#8221; ini tidak terjadi secara kebetulan dalam ledakan, tetapi melalui peristiwa yang diatur dengan tepat sehingga membuat kehidupan manusia mungkin terjadi. Kesimpulan ini tepat sama dengan pernyataan Alkitab, &#8220;Pada permulaannya Allah menciptakan sorga dan bumi.&#8221;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Jika Alkitab benar, dan Allah benar-benar ada, bagaimana kita tahu Dia seperti apa? Apakah Dia berkomunikasi dengan kita secara pribadi? Para saksi mata Yesus menyatakan kepada kita bahwa Dia mengklaim sepenuhnya mewakili satu-satunya Allah yang benar. Dan kendati banyak orang lain mengklaim mereka berbicara atas nama Allah, para pengikut Yesus mengatakan kepada kita bahwa Dia memberikan pendukung atas klaimNya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Tapi apakah Yesus memberikan bukti-bukti bahwa Dia berbicara atas nama Allah? Dilaporkan, Dia melakukan perbuatan-perbuatan mujizat yang membutuhkan kuasa kreatif. Namun, mujizat paling dramatis adalah kebangkitanNya dari kematian. Disepanjang sejarah, tidak ada seseorang yang pernah mati, dikuburkan selama tiga hari, dan kemudian kembali hidup. Jika benar, Yesus Kristus telah memberikan bukti yang cukup bahwa perkataanNya adalah benar-benar firman Allah.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/more\/scc-apakah-ilmu-pengetahuan-dan-kekristenan-kompatibel\/7\">Klik di sini untuk membaca halaman 7 dari&nbsp;7<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading p1\" id=\"apakah-yesus-benar-benar-bangkit-dari-kematian\"><span class=\"s1\"><b>Apakah Yesus Benar-Benar Bangkit Dari Kematian?<\/b><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Rasul Paulus mengatakan kepada kita bahwa kebangkitan dari kematian dimulai melalui Yesus Kristus. Para saksi mata, bagi Yesus Kristus, berbicara dan bertindak sepertinya mereka percaya Dia bangkit secara fisik dari kematian setelah penyalibannya. Jika mereka salah maka KeKristenan didirikan diatas kebohongan. Tapi jika mereka benar, mujizat seperti itu secara memperkuat semua yang Yesus katakan mengenai ALLAH, diriNya, dan kita.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Tapi apakah kita percaya pada kebangkitan Yesus hanya dengan iman saja, tapi apakah ada bukti historis yang kuat? Beberapa ahli skeptis mulai meneliti catatan historis untuk membuktikan bahwa catatan kebangkitan itu salah. Apa yang mereka temukan?<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><a href=\"http:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/wwrj\/6-apakah-yesus-benar-benar-bangkit-dari-kematian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><span class=\"s1\">Klik disini untuk melihat bukti dari klaim fantastis yang pernah dilakukan &#8212; kebangkitan Yesus Kristus!<\/span><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading p1\" id=\"apa-ada-tujuan-dari-kehidupan\"><span class=\"s1\"><b>Apa Ada Tujuan Dari Kehidupan?<\/b><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Bukti terhadap Pencipta membawa kita kepada pertanyaan apa tujuanNya bagi kita. Kenapa Dia menciptakan kita? Perjanjian Baru menjawab Allah menghendaki hubungan pribadi dengan setiap kita, dan hubungan itu melaluai Yesus Kristus. Pencipta alam semesta menjadi manusia untuk memperlihatkan kepada kita seperti apa Allah itu, dan agar memungkinkan kita menjadi anak-anakNya. <a href=\"http:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/wwrj\/7-apakah-yesus-masih-relevan-sekarang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Untuk mengetahui apa yang Yesus katakan tentang tujuan kita di Bumi, lihat \u201cApakah Yesus masih Relevan Sekarang ini?\u201d<\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"apa-yang-yesus-katakan-setelah-kita-mati\">Apa Yang Yesus Katakan Setelah Kita Mati?<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika Yesus benar-benar bangkit dari kematian, maka Dia seharusnya tahu ada apa setelah kematian itu. Apa yang Yesus katakan mengenai arti kehidupan dan masa depan kita? Apakah ada banyak jalan ke ALLAH atau klaim hanya Yesus satu-satunya jalan? Baca jawaban yang mengejutkan di <a href=\"http:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/wwrj\/7-apakah-yesus-masih-relevan-sekarang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">&#8220;Kenapa Yesus&#8221;<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"bisakah-yesus-memberi-arti-pada-kehidupan\">Bisakah Yesus Memberi Arti Pada Kehidupan?<\/h3>\n\n\n\n<p>&#8220;Kenapa Yesus?&#8221; meneliti pertanyaan Yesus relevan atau tidak sekarang ini. Bisakah Yesus menjawab pertanyaan besar kehidupan, &#8220;Siapa saya!?&#8221; &#8220;Kenapa saya disini?&#8221; dan, &#8220;Kemana saya pergi?&#8221; Penutupan gereja-gereja dan penyaliban telah menuntun sebagian orang percaya Dia tidak bisa, dan Yesus telah meninggalkan kita untuk menghadapi dunia yang tidak bisa dikontrol. Tapi Yesus telah membuat pernyataan mengenai kehidupan dan tujuan kita ada disini di dunia, yang perlu diteliti sebelum kita menyebutnya sebagai tidak peduli atau tidak mampu.<a href=\"http:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/wwrj\/7-apakah-yesus-masih-relevan-sekarang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> Artikel ini meneliti misteri kenapa Yesus datang di dunia.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"..\/wwrj\/7-apakah-yesus-masih-relevan-sekarang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Klik di&nbsp;sini&nbsp;untuk&nbsp;melihat&nbsp;bukti-bukti&nbsp;untuk&nbsp;klaim&nbsp;yang paling&nbsp;fantastis&nbsp;yang pernah&nbsp;dibuat&nbsp;&#8212;&nbsp;kebangkitan&nbsp;Yesus&nbsp;Kristus!<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><a href=\"http:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/pdf_c\/scc-796.php\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/wp-content\/uploads\/downloads\/thumbnails\/2010\/07\/acrobat_download.jpg\" alt=\"\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-css-opacity\"\/>\n\n\n<a title=\"Send Comment\" href=\"\/indonesian\/22-2\/kirim-komentar\/?1referring-page=scc-Apakah Ilmu Pengetahuan dan KeKristenan kompatibel?\"><div align=\"center\"><strong>Klik di sini untuk memberi tahu kami bagaimana artikel ini membantu Anda.<\/strong><br \/>\r\n<img decoding=\"async\" src=\"\/indonesian\/wp-content\/themes\/enterprise-pro\/images\/comment-button.png\" alt=\"Klik di sini untuk memberi tahu kami bagaimana artikel ini membantu Anda\" style=\"border:none;\" \/><\/div><\/a>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah Ilmu Pengetahuan dan KeKristenan kompatibel? Richard Dawkins, ateis dari Universitas Oxford, dan peneliti terkemuka genetika Francis Collins berdebat dengan topik Allah lawan Ilmu Pengetahuan, yang ditulis di majalah Time.[1] Isu utamanya adalah apakah kepercayaan kepada ilmu pengetahuan dan Allah kompatibel. Dawkins, penulis buku The God Delusion, berpendapat keyakinan pada Allah menjadi tidak relevan karena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"parent":74,"menu_order":7,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"advgb_blocks_editor_width":"","advgb_blocks_columns_visual_guide":"","_genesis_hide_title":true,"_genesis_hide_breadcrumbs":false,"_genesis_hide_singular_image":false,"_genesis_hide_footer_widgets":false,"_genesis_custom_body_class":"","_genesis_custom_post_class":"","_genesis_layout":"","footnotes":""},"class_list":{"0":"post-90","1":"page","2":"type-page","3":"status-publish","5":"entry"},"featured_image_src":null,"featured_image_src_square":null,"coauthors":[],"author_meta":{"author_link":"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/author\/helmut\/","display_name":"helmut"},"relative_dates":{"created":"Diterbitkan 16 tahun yang lalu","modified":"Diperbarui 6 bulan yang lalu"},"absolute_dates":{"created":"Diposting pada Mei 27, 2010","modified":"Diperbarui pada Desember 17, 2025"},"absolute_dates_time":{"created":"Diposting pada Mei 27, 2010 1:09 am","modified":"Diperbarui pada Desember 17, 2025 3:56 am"},"featured_img_caption":"","featured_img":false,"series_order":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/90","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90"}],"version-history":[{"count":20,"href":"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/90\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1581,"href":"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/90\/revisions\/1581"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/74"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/y-jesus.org\/indonesian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}